Saturday, February 08, 2014

Jangan Menyerah : Kisah Inspiratif Yatim Dalam Menggapai Mimpi

Semalam dapat kejutan dari suamiku. Katanya dalam tas ada buku untukku. Tidak ada yang lebih menyenangkan ketika mendapatkan sebuah buku.

Biasalah perempuan, nyecret dulu sebelum bertindak. Bola-bali kutanyakan, buku dari mana mas? Wah dapat lagi dari kick andy ya? Beliau cukup menjawab dengan satu jawaban, "lihat sendiri saja."

Ya deh. Dan ini bentuknya.
Ada Karyaku: Buku "Jangan Menyerah" berisi kisah perjuangan anak-anak yatim menggapai mimpi
Kupikir itu buku hadiah. Award atas sesuatu. Lebih dari itu, dalam buku tersebut ada karyaku. Yeay, surprise, seneng dan bersyukur. Apalagi hasilnya memuaskan. Mulai dari kaver, sampai editingnya. Meskipun ada beberapa yang terlewat.

Aku masih ingat ketika aku menuliskannya. 2 atau 3 bulan yang lalu. Ada sms masuk meminta naskah dengan tema mimpi sebanyak 10 halaman. Ya, 10 halaman. Itupun diminta cepat kalau bisa 1 hari.

Gila nie orang, maksa banget. Meskipun katanya urgent menulis juga butuh waktu, mencari ide, belum menulisnya. Apalagi waktu itu aku juga sedang menggarap naskah dengan tema sama. Haish, tapi aku berhasil juga. Naskah berhasil aku kumpulkan dengan nego waktu nambah sehari.

Aku tak tahu proyek menulis ini. Tiba-tiba saja orang itu memintaku, pun kami tak pernah bersua. Orang itu adalah teman satu kerja suami beda kantor, Yayasan Yatim Mandiri. Sementara suami di kantor Sidoarjo dan orang itu yang aku tahu namanya dari suami Bu Katmini adalah penggagasnya di kantor pusat.

Buku ini berisi kisah perjuangan teman-teman Yatim yang pernah bersekolah di Mandiri Enterpreneur Center (MEC). Termasuk aku juga alumni MEC angkatan pertama tahun 2008. Sayangnya aku tak banyak mengenal para penulisnya, kebanyakan mereka lulusan baru.

Kabarnya sebelum penulisan buku ini. Ada pelatihan menulis untuk para alumni. Kebetulan waktu itu aku telat tahunya sehingga tak mengikuti. Tahu-tahu diminta menulis.

Meskipun teman-temanku baru menulis. Tak kentara sekali dalam tulisannya. Berkat pendampingan maksimal dari Bu Sofie Beatrix buku ini boleh aku bilang mendekati sempurna untuk sebuah antologi kisah inspiratif. Menanamkan kuat sisi inspiratifnya itu yang sulit.

Buku ini memang didesain bukan untuk mencari keuntungan. Ditulis oleh anak yatim hasil penjualannyapun untuk pemberdayaan anak-anak yatim yang dikelola yatim mandiri.

Begitu eksklusif, dicetak hanya untuk kalangan donatur Yatim Mandiri. Tidak dijual bebas, padahal banyak sekali yang ingin membeli. Tidak menutup kemungkinan jika banyak peminatnya buku ini akan dicetak untuk masyarakat umum. Silakan kontak yatim mandiri. Www.yatimmandiri.org

15 comments:

  1. kereeen, pengen deh rasanya menulis kemudian dibukukan, tapi gatau gimana caranya biar bs gt, hehe...
    semangat terus berkarya :3
    btw, suaminya romantis mbak :D

    ReplyDelete
  2. Hmmm ...
    KIsah-kisah ini pasti bisa menginspirasi siapa saja ...
    terutama mereka yang mempunyai situasi yang kurang lebih sama dengan apa yang ditulis disana ...

    Diharapkan buku ini bisa melahirkan anak-anak Indonesia yang sukses lainnya ...

    Salam saya Mbak

    (8/2 : 12)

    ReplyDelete
  3. ciyeeee, salut aku, bukumu banyak bgt...
    ^_^ sukses ya

    ReplyDelete
  4. Pengin punya bukunya deh Mba Nunu :)

    ReplyDelete
  5. uwaaa..selamat ya mbk nunu :D

    ReplyDelete
  6. semoga banyak yang membeli buku ini, sehingga anak-anak yatim pun dapat memetik langsung manfaatnya.. selamat yaa... sayangnya tidak dijual di tobuk ya...

    ReplyDelete
  7. mepet membawa rejeki.. meskipun nulisnya mepet, tapi bawa rejeki buku :D

    ReplyDelete
  8. jadi pengen baca bukunya nih mbak :)

    ReplyDelete
  9. Sayang banget nggak dijual untuk umum.. Padahal sepertinya bukunya bagus :)

    ReplyDelete
  10. Wah harusnya dijual tuh, penasaran pengen baca :D

    ReplyDelete
  11. salam kenal ya mbg, aku adik angkatannya mbg, . . . :)

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog