Wednesday, February 05, 2014

Wedges Yongki Komaladi Jadi Petunjuk

Siapa yang nggak tahu brand Yongki Komaladi. Itu lho merk sepatu dan sandal pria dan wanita. Hampir setiap departement store di Indonesia memajang karya-karyanya. Senangnya brand ini begitu ramah untuk kantong ibu rumah tangga yang pas-pasan uang belanjanya. Dibanding brand lain, Yongki Komaladi juga tidak kalah kualitasnya, asal jangan dibandingkan dengan sepatunya dan sandalnya Princess Syahrini ya, atau punya Bu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Pastinya koleksi mereka juga nggak cuma satu. Setiap foto Princess Syahrini selalu gonta-ganti. Mau dong dikasih satuuuuu saja, hihihi.

Tapi bagiku, cukuplah sandal Yongki Komaladi sudah mewakili kebutuhan fashionku. Mahal enggak, murah juga nggak murahan. Bahannya enak dan jahitannya kuat. Lumayan awetlah.
Gambar wedges yang aku posting di instagram, turut terposting di facebook.
Aku paling seneng wedgesnya. Apalagi bahan suede, nyaman di kaki dan nggak bikin lecet. Jarang banget aku memakai sandal tinggi, lebih senang flat. Eh tergantung jalan sama siapa juga sih? Aku merasa posturku yang sudah tinggi tak mau terlihat sangat tinggi dari yang lain. Apalagi jalan sama sahabatku, Annisa, meskipun dia memakai hells tinggi, aku tetap kelihatan sejajar dengannya pakai flat. Dan itu cukup, tak perlu melebihi orang lain. Tapi, kalau sama suami pakai wedges inipun masih kelihatan tinggi suami.

Bila dibandingkan hells, aku lebih suka wedges. Karena aku termasuk nggak betah kalau memakai hak tinggi. Wedges ini membantu banget, meskipun dipakai jalan lama nggak capek. Padahal ini tinggi banget, hampir 12cm. Ini satu-satunya wedges yang aku punya, dan paling tinggi hellsnya diantara sandal dan sepatu yang lain.
Nah, dari hells ini ada cerita menarik. Beberapa hari yang lalu, aku posting foto di instagramku. Nah, aku sharenya rombongan ke twitter dan facebook. Otomatis menyebarlah, orang aku ini seleb facebook, hahaha. Salah satunya Mbak Vanda, teman sekaligus tetangga jauh dan masih satu kelurahan denganku ini memang pernah mengatakan mau ke rumah (baca: kontrakan). Tapi nggak pernah bilang kapan. Tahu-tahu minggu kemarin hape berdering telepon dari Mbak Vanda, suara di seberang mengabarkan kalau pemilik suara ada di depan rumah.

Panik dan terburu-buru. Kebiasaan burukku kalau pas libur gini emang waktunya malas-malasan. Padahal setiap hari juga malas sih, tapi kalau libur malasnya makin meningkat hahahaha.


Dan aneh saja Mbak Vanda bisa langsung tahu rumahku. Biasanya orang yang baru ke rumah pasti nyasar. Setiap bloknya memang minim informasi nama blok. Paling enggak biasanya aku perlu bimbing dan menunggunya di luar rumah. Eh gak tahunya, Mbak Vanda cuma nebak rumahku. Pas nengok wedges Yongki Komaladi ini memang bertengger manis di depan. Dia mengenali wedges ini dari foto yang tershare di facebook. Huaa.... untuuuungnyaaaaa... wedges belum aku masukkan ke dalam kotak sepatunya. Makasih ya Pak Yongki Komaladi, wedgesmu sudah menjadi petunjuk buat temanku. Hehehehe



PS: Tidak selamanya share foto di media sosial itu negatif.

5 comments:

  1. q jjg suka sendal yongki mbk,,,wedges blm punya hhe

    ReplyDelete
  2. kalau dulu, yongki komaladi memang terkenal selalu mempertahankan kualitas, dan saya suka membelinya, namun sekarang sudah tidak lagi...karena banyak sepatu dan sandal produknya yang cepat rusak.........m tapi itu untuk produk dengan harga murah, namun jelas berpengaruh dengan pandangan orang terhadap produk yongki yang lainnya..
    salam dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan

    ReplyDelete
  3. rupanya sepatunya bisa menjadi petunjuk ya

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog