Monday, April 14, 2014

Kuliner Nasi Taboan Sidoarjo

Nasi taboan, kuliner khas Sidoarjo
Seperti halnya Jogja yang terkenal dengan kuliner angkringannya, ternyata Sidoarjo juga mempunyai kuliner yang enggak (setahuku) dipunyai kota lain, yaitu Nasi Taboan. Sama seperti nasi kucing di angkringan, bukan merupakan sebuah makanan mewah dan mahal. Nasi taboan yang hanya terdiri nasi, sambal dan lauk ini banyak dijual di warung-warung rumahan tradisional atau di tepi-tepi jalan yang orang menyebutnya warung taboan.

Apa bedanya angkringan dan warung taboan?
Lima tahun hidup di Sidoarjo, aku baru menyadari keberadaan warung taboan amat membantuku ketika aku malas memasak. Bagaimana tidak, aku tinggal mengajak suamiku ke warung taboan tanpa perlu mikir harga. Selama ini pilihan untuk tidak beli di luar alias memasak sendiri karena dalih berhemat biar tak banyak pengeluaran.

Tetapi, keberadaan warung taboan justru membalik logikaku ternyata pengeluaranku untuk memasak lebih banyak dari yang aku bayar ke warung taboan. Itulah kenapa warung taboan lebih banyak dikunjungi para keluarga. Kebanyakan orang-orang yang datang ke warung taboan memang tujuannya makan, melampiaskan nafsu laparnya. Datang, makan, kenyang pulang (eh jangan lupa bayar ya).

Sangat berbeda dengan konsep warung angkringan yang memang untuk tempat nongkrong. Selain juga meskipun warung angkringan murah, kuantitas juga bicara. Harga nasi kucing 1.500, dua kali lipat harganya di warung taboan bisa mendapat 10 kali porsi. Dan macam-macam lauknya yang menggiur juga bisa membuat pembengkakan biaya di belakang. Sesekali nongkrong boleh tapi enggak cocok menurutku buat kocek ibu-ibu pemalas masak macam aku. Hehehe.

Di warung taboan tak akan banyak menu yang kita jumpai. Tak ada pilihan menu lain, lauk, atau macam-macam minuman. Namanya warung taboan mereka ya cuma jual nasi taboan. Pilihannya cuma Nasi taboan kering/garingan atau pakai sayur. Sayurnya pun enggak macam-macam, cuma lodeh. Minumnya cuma teh hangat atau es teh. Enggak ada yang namanya kopi apalagi es jus. Sementara lauknya ada lento kacang dan tempe doang, mau dua-duanya atau salah satu?
Nasi taboan dengan sayur lodeh
Apa enaknya Nasi taboan?
Meskipun nasi taboan cuma nasi, lauk dan sambal, makanan ini menjadi favorit masyarakat Sidoarjo yang banyak dijumpai di daerah Sukodono, Taman, dan Krian. Di warung taboan Saimbang-Sukodono, setiap hari penuh. Hampir setiap kali kami ke sana tidak pernah tidak antri. Harus sabar menunggu giliran dilayani. Karena banyak pembeli yang juga membungkus nasi taboan untuk dibawa pulang.

Yang berbeda dari nasi taboan tersebut adalah rasa nasinya. Cara pengolahannya yang masih tradisional menggunakan tungku kayu bakar membuat aroma nasinya lebih menguar. Pun rasanya juga berbeda dengan nasi yang ditanak di atas kompor biasa apalagi dengan alat otomatis macam magic com.

Lantas kenapa disebut taboan?
Tabok memang artinya tampar, tetapi lebih tepatnya mengayunkan tangan yang membuat sebuah benda menampar atau tertumbuk dengan benda lain dengan keras. Konon kata ibu mertuaku ketika kutanyakan perihal nama nasi taboan, adalah sambalnya yang ditamparkan ke nasi. Ini dikarenakan sambalnya memang lengket ke sendok sehingga cara memberi sambalnya penjual harus mengayunkan dengan keras ke nasi dan terjadi benturan kayak orang nabok.

Nasi taboan ini memang sudah lazim di Sidoarjo, tetapi banyak yang enggak tahu namanya adalah nasi taboan dan bahkan mungkin enggak sadar jika yang sering dimakan merupakan kuliner kepunyaan Sidoarjo. Meskipun diluaran sana juga banyak yang menjual nasi-nasi yang disebut sego sambal. Nasi taboan memiliki ciri khas tersendiri, enggak ada lauk lainnya. Yang paling khas lento kacang dan sambalnya.

Sambal nasi taboan sendiri berbeda-beda, ada yang memakai sambal kemiri-kecap ada juga yang memakai sambal tomat biasa. Tetapi warung taboan yang di Saimbang-Sukodono ini, sudah menjual turun temurun puluhan tahun sejak nenek-neneknya. Menurutku warung taboan ini yang asli dibanding warung taboan lainnya yang baru berdiri. Dan di warung taboan ini menggunakan sambal kemiri-kecap yang belum pernah kujumpai sebelumnya. Sampai sekarang aku masih menebak apa saja sih bumbunya? Mau nanya belum berani.

Bagi teman-teman yang sedang atau akan berkunjung ke Sidoarjo wajib nyoba nih nasi taboan, harga bersahabat dengan kantong para backpacker. Pertama kali ke tempat ini satu porsi hanya 2000 hingga akhir 2013 harga nasi taboan masih 2.500 dan harga sekarang 3.500 per porsi. Jangan kira meskipun murah, porsinya besar banget. Anehnya, porsi tersebut tidak sama dengan porsi bungkus meskipun harganya sama. Porsi bungkus lebih sedikit daripada ketika makan langsung di warung. Ini juga yang membuat warung taboan rame pengunjung.

Untuk mendapati nasi taboan mudah saja, rupanya sekarang nasi taboan juga tersedia di angkringan Sidoarjo dan di warung-warung pinggir jalan. Tapi kurang afdol jika belum mencicip nasi taboan Saimbang ini, dijamin beda nasinya. Untuk mencapai warung taboan ini memang sulit karena lumayan jauh dari kota Sidoarjo. Apa sih yang enggak mungkin bagi backpacker? Jalan semut aja dilewati. Hehehe, so, mari ke Sidoarjo dan cicip kuliner nasi taboan ya.

Nasi taboan ditanak dengan menggunakan tungku kayu bakar
Warung taboan sederhana, buka pukul 18.00-22.00 dan sarapan pagi buka pukul 06.00-10.00
Jika malam yang dilayani cucu-cucunya yang muda, pas pagi nenek-nenek tapi kalau melayani lebih banyak nasinya.


Nb: untuk mencapai warung taboan saimbang, dari arah Surabaya, perempatab kletek belok kiri arah Pasar Puspaagro. Ikuti jalan mentok sampai daerah Saimbang. Warungnya kecil tapi rame pas belokan jalan.

22 comments:

  1. Saya tidak terlalu suka sambal, mbak. tapi entah baca sampai sepertiga akhir. kok jadi ngiler bahasan sambalnya. ahahaha. jadi lebih enak makan di sana, lebih banyak porsinya, huahaha. soal harga murah meriah pula. pengen coba kalau ada mampir ke Sidoarjo, mbak. ehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Richo.. Sambel e ora pedes mas :))

      Delete
  2. fiuhh,tiap bulan tahun 2010-2011 pasti mbolang ke sidoarjo tp kok g nemu dan denger nasi taboan ya??errrr.....wah,pake lodeh aja udah slurpptt enakkkkk

    ReplyDelete
  3. Hahaha
    Asal jangan keras-keras aja, pas nabokin sambalnya.
    Bisa loncat kemana-mana tuh sambal.. Bahaya!

    ReplyDelete
  4. nanti kalau ke surabaya saya sempatkan menikmati nasi taboan :D

    ReplyDelete
  5. Kayaknya sih enak :D
    Tapi sayang jauh banget, hahaha...
    Ntar kapan2 kalo ke Surabaya lagi kayaknya harus nyobain deh :D

    ReplyDelete
  6. Kalau pas ke Sidoarjo kontak Jeng Nunu ah kopdar di nasi taboan. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak prih.. Monggo kontak2 kalo ke sidoarjo hehe

      Delete
  7. sambelnya pedas ga mbak... kykny mantap tuh...

    ReplyDelete
  8. aku malah baru tahu ttg nasi taboan ini mbak, jd ngiler nih lihat Foto fotonya :D

    ReplyDelete
  9. wihh enak tuh kayanya.. :) baru denger saya memang angkringan sam taboan apa bedanya?

    ReplyDelete
  10. kayaknya enak :D kalo angkringan dulu sering makan pas kos di semarang hehe

    ReplyDelete
  11. waaah baru dengar istilah taboan ini
    padahal sidoarjo gak jauh jauh amat dari jombang
    kapan kapan coba aaahhh

    ReplyDelete
  12. pedes gak tante??

    Dija gak suka yang pedes

    ReplyDelete
  13. Trims Mbak tlah posting nasi taboan...Kuliner favorit masyarakat sukodono saat malam hari...warungnya dekat rumah nih...

    ReplyDelete
  14. namanya unik banget yah. wajib coba nasi taboan nih kalo lewat sidoarjo pas mau ke malang dari surabaya :D

    ReplyDelete
  15. Mantabz Dan puazz puuooll Nasi tabokan. Sambelnya gigit

    ReplyDelete
  16. Menu wajib pas pulkam. Nasi + Sambelnya menguggah selera. Recommended untuk dicoba deh

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog