Thursday, October 09, 2014

Matematika Sebenarnya Menyenangkan

Begitu caption dari Gramedia pagi ini yang dimentionkan di akun twitterku @ununtriwidana. Yups, kabar itu begitu melegakan. Naskah yang aku susun 5 tahun lalu kini sudah mewujud dalam bentuk buku dan terbit pada tanggal ini 9 Oktober 2014.

Berkali-kali mengalami pasang surut ditolak penerbit. Bahkan ketika dulu aku ajukan kepada Gramedia dalam bentuk naskah buku suplemen, ditolak! Iya di tolak. Sebelum ke gramedia juga ditolak lagi oleh penerbit lain. Tetapi enggak patah semangat aku mengajukan kesana kemarin hingga akhirnya Gramedia mencari naskah cerita non fiksi.

Kurombak kembali. Naskah yang tadinya berupa buku suplemen matematika, aku gabungkan dengan cerita-cerita antologi dari teman-teman sementara naskahku sebagai suplemen dalam buku ini. Ah, rasanya seneng banget. Dibeli ya teman-teman :D

sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat di kota kalian :)

Cenat-Cenut Matematika
Nunu El Fasa

Pendidikan, Pengembangan Diri dan Inspirasional, Nonfiksi
GM 20401140121; ISBN 978-602-03-0948-4
13.5 x 20 cm; 248 hal
Rp. 68,000

Aku memang membenci matematika. Dengan semua kerumitan logikanya, siapa yang tak berpotensi membencinya?
Dari dulu.
Hari sebelum kemarin. Kemarin. Hari ini, sekarang.
Dan sampai sesudah hari ini pun, mungkin aku akan tetap membencinya.

Apa sih sebab mendasar kita membenci matematika?
Memikirkan ulangan matematika yang bisa bikin kepala cenat-cenut?
Atau rumus-rumusnya yang seabrek bin njelimet bikin kening berkerutkerut?
Apa itu karena guru killer yang justru bikin kita galau akut?

Padahal jika kita bisa memahami sebab mendasar yang menjadi alasan kita tidak suka, kebencian itu pun dapat bermetamorfosis menjadi cinta seperti yang dialami oleh salah seorang matematikawan terpintar di dunia. Itu juga yang terjadi dalam kisah-kisah di buku ini: tak ada kebencian abadi untuk matematika jika kita dapat mengelolanya.

Buku ini tidak hanya untuk para siswa, tetapi juga untuk guru, orangtua, mentor atau siapa pun yang tertarik pada matematika. Mereka bisa banyak belajar, berevaluasi diri, dan berkaca pada kisah-kisah yang dialami para penulis yang kesemuanya berhubungan dengan matematika. Seperti kisah ketertarikan penulis terhadap matematika, kiat-kiat mengajar dan belajar matematika yang menyenangkan, serta berbagai hal menarik yang mungkin luput dari perhatian kita—walaupun sering kita alami dalam detik kehidupan kita bersama matematika.

Pada akhirnya kita tidak dapat mengelak, bahwa dalam kebencian terhadap matematika itu sebenarnya kita memendam kecintaan terhadapnya.

Beli online: http://gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=891456

33 comments:

  1. Selamat Nunu...
    Bagiku matematika tetep mati-matian nilainya :)

    ReplyDelete
  2. Selamat mba, semangat perjuangan yang luar biasa..

    ReplyDelete
  3. Mantaap mbaak...! Tidak pernah patah semangat walaupun pernah ditolak...saluut..!

    ReplyDelete
  4. Sayang... baru taunya sekarang! :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. buku ini bukan hanya untuk anak-anak mbak mut, untuk orang tua dan guru ada ceritanaya :D

      Delete
  5. kagum, salut,keren mabak nunu selamat yaa
    aku kapan yaa....

    ReplyDelete
  6. Haissss keren nih ! Boleh nih mesen bukunya Mak...

    ReplyDelete
  7. Terkadang kerangka susah itu karena omongan orang lain :D

    ReplyDelete
  8. puisinya bikin saya mbrebes mili, soalnya siswa saya banyak yang bilang kalau saya guru Matematika yang killer.

    ReplyDelete
  9. ane terus terang nggak begitu pandai gan sama matematika, soale ane pusing kalau belajar hitung-menghitung gan, jadi nya ane lebih suka ilmu sosial aja gan :)

    salam kenal gan dari newbi

    ReplyDelete
  10. wah kalau soal hitung-hitung tu mbak, saya sepertinya akangkat 10 jari deh, heehee

    ReplyDelete
  11. matematika ?? ga bangetlah mbakk,
    hehe salam kenal, ditunggu kunjungan baliknya di blogku,
    :)

    ReplyDelete
  12. Buah kesabaran, Mbak.. Alhamdulillah.. :D

    ReplyDelete
  13. Waah buku tentang matematika, keren banget mbaa, mungkin suatu saat Thifa butuh nih :D

    ReplyDelete
  14. Saya paling kurang jagoan di bidang pelajaran matematika
    Anehnya saya malah sekolah di STM yang full matematika
    Di Akabri ada, di Seskoad juga ada, bahkan waktu sekolah di Army Staff College ,India juga masih ketemu matematika. Ampyuun deh
    Selamat atas terbitnya buku matematika
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  15. Saya suka matematikaaa... semata-mata karena lemah ingatan gak suka menghafal :p

    ReplyDelete
  16. Sangat menginspirasi!

    lisankyrana.com

    ReplyDelete
  17. Dulu waktu sekolah saya paling benci pada pelajaran matematika, setiap ana pelajaran matematika selalu saja saya bolos dengan lompat jendela kelas heheh ... Tapi sekarang kebencian itu sirna, karena saya setiap hari hampir menggunakan rumus - rumus matematika untuk perhitungan suatu bangunan, entah itu pabrik atau bangunan gedung bertingkat .. Memang bener ya, kebencian itu awal dari kecintaan hehehe

    ReplyDelete
  18. itu harga bukunya berapa mbak, ada potongan harga ndak buat blogger hehehe

    ReplyDelete
  19. Wah keren mbak... tapi saya nggak suka matematika, hihihihi cenat cenut :D

    ReplyDelete
  20. Selamat ya mak atas bukunya

    ReplyDelete
  21. Ijin Bookmark dulu yaaa, ntr lanjut bacanya hehe

    ReplyDelete
  22. Yeee selamat ya mbak Nunu... sepertinya buku itu penyelamat bagi orang-orang seperti saya :D

    ReplyDelete
  23. Saya dari SD sampai SMK paling Juara kalau matematika mbak (y) hehehe

    ReplyDelete
  24. Kunjungan Perdana mbak,, blognya keren,,, (y)

    ReplyDelete
  25. selamat atas bukunya ya mbaa :) semoga laris manis buku yang udh diperjuangkan itu ..

    ReplyDelete
  26. Subhanallah.. keren..!!

    semoga bermanfaat untuk bangsa dan negara mbak!

    saya suka matematika nggak ya? :)

    ReplyDelete
  27. Wih, keren.. sepertinya akan lebih mudah dipahami jika dikemas seperti ini.
    Kalau saya jujur senang dgn matematika, tapi malas utk mempelajarinya. Disitu kesalahannya -___-

    ReplyDelete
  28. Wih, keren.. sepertinya akan lebih mudah dipahami jika dikemas seperti ini.
    Kalau saya jujur senang dgn matematika, tapi malas utk mempelajarinya. Disitu kesalahannya -___-

    ReplyDelete
  29. Bener mbak, matematika itu menyenangkan....

    ReplyDelete
  30. alhamdulillah perjuangannya berbuah manis
    btw mbak dulu ngeblog di mp juga?

    ReplyDelete
  31. keren! selamat mak...
    saya hrs punya nih, buat belajar matematika lg ;)

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog