Friday, December 05, 2014

Terapi Pijat Tusuk Jari Abah Ali Mustofa Sidoarjo



Terapi pijat ini termasuk yang dikunjungi bapak, pijat tusuk jari Abah Ali Mustofa di kawasan Bluru Kidul. Jauh sebelum bapak minta antar ke sini, aku sudah dikasih tahu sama seorang teman yang sedang program hamil dengan pijat tusuk jari di sini. Belum sempat ke tempat ini bapak mertuaku ternyata tahu juga tempat terapi ini dari temannya, dan minta diantar ke sini untuk terapi pemulihan sakit stroke-nya.

Waktu itu bulan Ramadhan, kami sudah pindah ke rumah sendiri dan lebih dekat engan mertua. Yang anter 3 orang, suami, kakaknya jadi sopir dan aku penggembira. Berangkatnya menjelang maghrib, sampai-sampai kemaghriban dan buka di tengah jalan.

Walaupun juga menerima program hamil dan kami berniat akan mencoba ikhtiyar di sini, suamiku tetap tidak mau pijat sekalian sama bapak waktu itu. Disamping alasannya mengganggu waktunya mepet karena Ramadhan, aku yakin suamiku gak mau karena yang memiliki niat ke tempat ini adalah bapak, bukan kami. So, walaupun waktu itu suami menjanjikan akan kembali lagi sendiri untuk niatan promil, sampai sekarang belum juga balik.

Saat memasuki area terapi pijat, suasananya seperti padepokan. Area parkirnya luas dan tempat terapinya bersih. Terdapat tiga baris tempat tidur yang berjejer rapi dengan sprei seragam. Sementara dinding-dindingnya beronamen kayu, begitu juga kamar mandinya. Selain lantai bawah, masih ada lantai atas dengan desain serupa. Sepertinya tempat terapi ini akan selalu siap untuk para rombongan yang datang dari jauh. Karena ada beberapa terapis yang dipekerjakan di tempat ini.

Saat pasien datang, langsung disambut dan ditangani oleh karyawannya Abah Ali. Pijatnya kayak di betot-betot dan sambil ditekan-teman dengan satu jari. Kayaknya si sakit. Beberapa kali bapak jejingkatan, begitupun pasien perempuan lain yang sedang terapi. Tapi katanya setelah dipijat badan jadi enteng.

Usai di pijat, pasien langsung diberi jamu. Aslinya jamunya buat umum, bisa ambil sendiri, kalau nggak salah satu gelas nggak sampai 5.000. Sementara untuk biaya langsung masuk kotak amal tergantung pasien.

Ruangannya bersih



7 comments:

  1. Saya gak pernah pijat jenis ini. Sepertinya sakit, ya?

    ReplyDelete
  2. Tempatnya bagus ya mba. Jadi inget Eyang Agung, hampir mirip mijatnya tp di EA pasien berdiri.

    ReplyDelete
  3. iya betul nyaman banget tempatnya ya, kalo deket suami bisa betah nih. dia yg paling suka dipijat. kalo saya, bisa bobo siang udah alhamdulillaaah :)

    ReplyDelete
  4. Tiap kali aku dipijit malah badan ku sakit-sakit, Mbak.. Wkwkwk.. :D

    ReplyDelete
  5. wah, tempatnya keliatan adem banget, pasti servisnya juga memuaskan? :)

    ReplyDelete
  6. lalu bagaimana sakit strokenya bapak mertua, sudah sembuh?, setelah berapa kali visit?

    ReplyDelete

Thanks for comming and no spam please

Follow
My twitter @ununtriwidana
My Instagram @nunuelfasa

Feel Free To Follow My Blog